Katanya hari ini genap 40 hari Ibu meninggal, aku juga berpikir kayak baru kemarin aja Ibu pergi...kok udah 40 hari. Adikku baru selesai Yasinan di makam Ibu, seneng juga bisa Yasinan dimakam Ibu. Kalau aku kan cuma bisa Yasinan dari jauh, walaupun aku tau fadhilahnya nggak berkurang sedikitpun. Tapi memang secara duniawi rasanya beda walaupun secara ruhani itu sama.
Tak tanya kapan acara tahlilan di candi, menurut adikku nggak jadi karena kakak tertua Ibu membatalkan acara tersebut. Lho, aku malah nggak tau jawabku. Soalnya sebelumnya istriku pernah ngomong kalau acara 40 harian Ibu udah disiapin termasuk biayanya sudah di informasikan, aku sendiri juga menyanggupi untuk semua syaratnya. Kayaknya sih istriku yang keberatan soal biaya, aku nggak tau kelanjutannya karena istriku sendiri yang akan ngomong sama Bude Tini karena merasa keberatan ...kayaknya soal biaya. Padahal aku sendiri sama sekali nggak ada tendensi apa-apa. Ya aku pikir apa sih salahnya buat Ibu ini, kalaupun ada yang memanfaatkan biarlah Allah yang membalas.
Makanya hari ini aku kaget kalau adikku ngomong 40 harian Ibu dan dia Yasinan sendirian dimakam. Subhanallah... Termasuk rencana Tahlilan atau apapun itu ke Panti Asuhan yang idenya dari istriku katanya. Wah aku malah nggak tau sama sekali...blass nggak tau. Idenya baik banget dan aku akan dukung. Cuma ceritanya jadi lain kalau aku nggak dipermisiin sama sekali.
Belum lagi temanku juga ngingetin kalau hari ini 40 harian Ibu. Juga bercerita rencana istriku untuk mengadakan acara bareng Panti Asuhan, Subhanallah niat yang baik. Tapi kok aku nggak juga di inform sama sekali. Wah...
Sorenya aku tanya ke adikku yang lain apa bener istriku mau ngadain acara bareng Panti, dia mengiyakan. Dan lagi lagi aku terhenyak..Subahanallah...cuma aku yang ketinggalan kereta.
Aku jadi berpikir apa maksud semua ini ? Apa bener prioritas informasi sudah makin jauh aja dariku. Wallahualam.
Kalau memang aku masih dianggap "suami" harusnya istriku menginformasikan hal ini dan juga mendiskusikan hal ini denganku.
Ibu, aku nggak menyesali semuanya Bu. Cuma yang aku sesali kenapa istriku berubah. Kalau memang dia punya alasan kuat untuk tidak memberi tahu mungkin aku masih bisa terima. Aku nggak ngerti istriku Bu....
Ibu, hari ini 40 hari Ibu pergi. InsyaAllah Ibu tenang ya Bu di alam sana. Aku berharap bisa jadi orang yang sabar seperti Ibu. Tetap aku janji Bu, aku akan jadi anak Ibu yang berbakti. InsyaAllah aku dijadikan orang-orang yang sabar dan selalu bersyukur. Untuk istriku Bu, aku kembalikan kepada Allah aja Bu....sebagai manusia aku kecewa dan juga sesak Bu.
Aku minta maaf Bu, belum bisa menjaga istriku dengan baik. InsyaAllah aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Love you Bu...
ppaftersitevisit,tootired