Monday, June 29, 2009

Kenangan Ibu selalu Terindah

Barusan diskusi sama adikku...

Ya kita sama kehilangan ibu, kita telaah satu satu kenangan kenangan yang ada sama Ibu..hmmm semuanya indah indah.

Bagaimana setiap adikku pulang ke Jakarta dari Magelang, adikku harus rela diantar sampai terminal Bis. Bisa dibayangkan rasanya..udah besar lho ...

Saat sudah bekerja juga masih saja perlakuan Ibu yang hangat itu nggak berubah sama sekali, tetap dan selalu seperti dahulu. Sehingga adikku harus ngambil jarak yang agak melebar dari tikungan kalau nyopir mobil. Bukan apa apa...buat ngasih kesempatan Ibu melihat adikku melambaikan tangan tanda pamit.

Makanpun selalu diingatkan, selalu hal yang pertama ditanyakan saat kita tanya kabar beliau. Ibu nggak mau kita sakit, jangan telat maem, jangan kurang istirahatnya.

Semuanya kenangannya Indah banget, Tuhan aku berterimakasih kepada Mu atas semua kenangan yang indah yang Kau berikan kepada keluarga kami. Jujur aku saja belum tentu bisa setegar Ibu.

Istriku juga selalu bilang, Ibu itu wanita kuat. Ya memang ..... banyak hal yang bisa Beliau simpan rapi sendiri hanya untuk anak anaknya. Kebanggaannya hanya untuk anak anaknya.

Jadi wajar sekali kalau kami bangga dengan beliau....

......Mom..i'm not regret with you. Rest in my mind we are in the same boat. Mom..I'm not extraordinary people, I'm a man who commited to take care about your life. Is it fear..life to short.........




Sunday, June 28, 2009

I.b.u.

Sederhana ..satu kata yang mempunyai arti mendalam..mungkin sangat dalam bagiku...

Rasanya baru kemaren ngobrol bareng Ibu, ngobrolin macem macem...mulai masakan ..kondisi badan..Feeling, rencana masa depan sampai komitmen buat keluarga. Semuanya mengalir lancar seperti air yang harus mencari tempat yang rendah buat menstabilkan semua kondisi agar tetap tenang.

Ya Bu, aku janji buat jaga keluarga. .itu ucapku dengan segenap perasaan saat ibu bertanya apa aku ada masalah. Dalam hati aku tersenyum, aku tahu ibu ngerasa kalo aku ada sesuatu yang belum aku ucapin buat beliau tapi bagiku pembicaraan dengan ibu rasanya sudah cukup mengobati rasa kangenku buat ketemu keluarga.

Nggak terasa hampir satu jam beliau bicara banyak, termasuk kebiasaan baruku makan "telur bebek embrio" menurut beliau ...hahahaha. Topik ini selalu jadi pembahasan disetiap pembicaraan dengan beliau. Dan aku biasanya cuma bilang " Biasa aja kok Bu" . Intinya aku nggak pingin Ibu kuatir tentang aku, walaupun aku tau Ibu pasti kuatir tentang aku, kita ...anak anaknya.

Aku masih sempat sms istriku sebelum berita yang aku nggak percayai itu datang. Iya Ibu bilang sebentar lagi lebaran..aku bilang, Ibu..sekarang aja belum masuk puasa kok udah mikir lebaran. Beliau bilang "Sebentar lagi lho Mas" , aku jawab apa iya Bu. Lalu beliau bercerita bulan demi bulan mendekati bulan suci dan Hari kemenangan tersebut. Hmmm....iya ya , sebentar lagi Bu jawabku. Aku memang merencanakan lebaran bareng Ibu tahun ini, aku dan istriku akan mudik bareng buat merayakan Hari tersebut bersama sama. Ya..salah satu informasi ini yang sempat aku sms ke istriku paginya.

Aku Sendiri......
Benar saat ada informasi kalau Ibu pergi, aku anggap adikku bercanda. Sms ini sama sekali aku nggak jawab sampai sore, karena aku masih nggak percaya. Sampai sekarang pun aku belum bisa nerima kalau Ibu sudah pergi. Jujur aku Ikhlas kalau memang itu "sudah suratan" tapi setiap pagi selalu saja aku terhenyak seperti bangun dari "mimpi" saat aku berangkat kerja dan meniatkan pamit mohon doa restu dari orang tua. Disana aku terbangun dan tersadar "Ibu sudah pergi". Kebiasaan yang sulit ku rubah, walaupun jauh atau dimanapun pamitan sebelum kerja adalah wajib bagiku, walaupun itu dalam hati dan hanya buat aku. Karena "Doa dan Restu" beliau beliau jugalah aku masih bisa berdiri tegak dan tegar.

Ibu maafin aku, kalau aku belum percaya Ibu sudah pergi. Setiap hari aku selalu berdoa, Ibu diringankan dan dihapuskan semua kesalahan selama berada di dunia. Dilapangkan dan diberi kemudahan dialam kubur. Dan ditemani dengan amal kebaikan untuk menunggu hari akhir saat kita semua keluarga berkumpul kembali. Amiiiin...